Rabu, 04 Juli 2018

Apakah dia Jodohku?


Cinta itu gampang - gampang susah, jatuh cintanya yang gampang tapi menentukan pilihan yang tepatnya susah jangankan dari pacaran menuju ke pelaminan dari kenalan jadi pacaran aja kadang banyak yang jadi pertimbangan dari kaki sampai ujung rambut jadi perhatian dari isi hati sampai isi dompet pun juga jadi persyaratan. ada ada aja... hehehehe...

Ada yang udah mapan dan tampan tapi kesetiannya di ragukan ada yang tampangnya pas pasan tapi kaya raya dan jutawan kemana - mana di anterin mobil pribadi tapi ternyata punya papi & mami, kemana - mana selalu dibayarin sama do'i tapi prosesif dan cemburu hati.

Bukan cuma soal materi tapi juga hati bertahun - tahun pacaran tapi keluarga masih belum juga merestui beda status sosial, beda suku kadang jadi persoalan hati jadi bingung sendiri gak karuan.

Is He The One?

Akhirnya mulai pilih - pilih lagi bikin kriteria untuk mencari calon suami tercinta harus tampan, mapan dan beriman, sabar, pintar, bisa main gitar, humoris gak egois dan bisa ajak jalan - jalan honey moon ke paris, sayang keluarga, mau nemenin belanja, enak buat jadi temen bicara, lulusan S2, STOP.. STOP.. STOP..!! 

Ingat!! dia itu juga manusia bukan dewa Cinta itu bukan mencari pasangan yang sempurna, bukan juga seperti cerita Cinderella sering kali cinta itu tidak mudah butuh usaha dan juga sikap dewasa.

Cinta itu tidak hanya bicara hal - hal yang inda bukan juga hanya merencanakan hari ini mau ngedate dimana? tapi...harus bisa duduk bersama merencanakan masa depan berdua.

Mau nikah dimana? punya anak berapa? kapan beli rumah? jadi kepikiran kan..!!

Is He The One?

Jangan berpikir punya pasangan dulu baru kamu bisa bahagia tapi justru dengan kamu bahagia maka kamu pun akan lebih mudah menemukan pasangan.

It's Not About Finding The One But Preparing Your Self To be The One.

Jangan berharap punya pasangan yang jujur dan setia jika kamu sendiri masih sering curiga, jangan harap ada orang yang akan perhatian dan sayang kalau kamu sendiri masih suka cuek sma orang, berharap dapat cowok mapan dan kaya raya tapi kamu aja masih malas cari kerja.

Boleh - boleh aja menentukan standar tinggi tapi kamu juga harus Interospeksi dan pantaskan diri setelah itu ikuti kata hati bukan kata papi mami apa lagi kata orang kanan kiri.

So, Is He The One?

Mungkin pertanyaan ini bisa membantu kamu untuk memantapkan pilihan apakah kamu nyaman menjadi dirimu sendiri di sampingnya? apakah kamu bertumbuh menjadi lebih baik dengan kehadirannya? apakah kamu menjadi lebih dewasa dan lebih taqwa bersamanya? bisakah kamu membayangkan membangun keluarga dengannya? bisakah kamu membayangkan menikmati hari tua disinnya? carilah dia yang mampu bertahan disaat susah, bersabar disaat lagi ada masalah, carilah dia yang tidak akan pergi dan lari darimu seberat apa pun cobaan itu, carilah dia  yang bukan hanya mencintaimu apa adanya?, tapi juga mencintai keluargamu dan setia, taat beribadah dan bisa membuatmu bahagia.

Bukan dia yang tidak akan berantem denganmu dan membuatmu sedih atau marah tapi dia yang walau pun harus berantem sekalipun  akan selalu berada di sisimu menyeka air matamu dan menggenggam tanganmu dan kalau orang itu sekarang sudah ada di sisimu bersyukurlah.. Becouse He Is The One For You

Load disqus comments

0 comments