Jumat, 27 November 2015

Orang Pintar vs Orang Bodoh

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis
Agar bisnis berhasil, ia merekrut orang pintar
Walhasil, boss orang pintar adalah orang bodoh

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka rekrut orang pintar utk memperbaiki yg salah
Walhasil, orang bodoh memerintah orang pintar utk keperluannya.

Orang pintar belajar utk mendapatkan ijazah & mencari kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang utk membayar orang pintar

Orang bodoh berpikir pendek utk memutuskan sesuatu yg dipikirkan panjang2 oleh orang pintar.
Walhasil orang pintar menjadi staf orang bodoh

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang pintar yang bekerja.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu utk bekerja keras dgn hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu utk bersenang2 dgn keluarganya

Mata orang bodoh selalu mencari apa yg bisa dijadikan duit
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan pekerjaan

Bill Gates, Dell, Henry Ford, Liem Swie Liong tidak pernah dapat S1, tapi menjadi kaya. Ribuan orang pintar bekerja utk mereka dan ribuan jiwa keluarga bergantung pada mereka.

PERTANYAAN : – Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh ?
– Pinteran mana, orang pinter atau orang bodoh ?
– Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh ?

KESIMPULAN :

Jangan lama2 jadi orang pinter
Jadilah orang bodoh yg pinter, daripada jadi orang pinter yg bodoh.

Kata kuncinya adalah ‘resiko’ & ‘berusaha’.
Karena orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul2 kecil.

Orang pinter berpikir panjang, maka dia bilang resikonya besar, selanjutnya dia tidak berusaha mengambil resiko tsb, & mengabdi pada orang bodoh.

Di manakah posisi kita saat ini ?

Berhentilah meratapi keadaan kita yg sekarang.
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.

Semua Pilihan & Keputusan ada di tangan kita untuk merubahnya.

Go success..Go Freedom !😊😎👏🏻👍🏻👍🏻

Load disqus comments

0 komentar