Senin, 05 Oktober 2015

Bercanda Boleh, Tapi Jangan Berlebihan karena akan menimbulkan kesalah fahaman

Hello Brother & Sister pembaca blog Aca.Web.Id

Sesuai dengan judul kali ini saya ingin menumpahkan isi hati saya lewat tulisan di blog ini, saya mohon maaf sebelumnya jika tulisan saya ini di anggap lebai.



Langsung aja ya...!!!

Di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan Kacamata Optik dan segala perlengkapan alat - Optik (Optical) disini saya sebagai karyawan dan kedudukan saya sebagai Eyes Consultan (tukang ukur kelainan Plus (+) dan Minus (-). Nama Perusahaannya SJ dan pemilik perusahaannya adalah MH, MH adalah teman saya selain kami berdua sama - sama dari kampung yang sama kami berdua juga berteman akrap hingga seperti saudara (MH dan saya sama2 Laki2).

Dulu saya Juga memiliki perusahaan di bidang yang sama seperti SJ tapi saya mengalami kebangkrutan singkat cerita akhirnya saya memutuskan bergabung di perusahaan milik temen saya tersebut (MH) yang di kelolanya sendiri, pada awalnya kami berdua bekerja sama dengan baik.

 Saya dan MH sama - sama sedang memberi pelayanan masyarakat di wilayah Sulsel tepatnya di Kab. Luwu Utara.

MH orangnya suka bergurau dan saya pun juga suka bergurau, tapi lama - lama teman saya MH guraunya saya rasakan sangat berlebihan. Awal kesalah fahaman kami berdua berawal pada saat pembagian wilayah kerja di Kec. Malangke Kab. Luwu Utara - Sulsel. Pembagian wilayah adalah salah satu jam kerja, disitu MH selaku pimpinan dan pemilik perusahaan tidak seharusnya bergurau padahal beberapa karyawan sedang serius mengamati dia sedang berbicara, lalu karyawan yang lain juga ikut ber gurau pada waktu itu karyawan tersebut berinisial MI, memang MH dan MI jika bergurau tidak melihat waktu dan tempat, entah itu sedang di lokasi pelayanan entah itu dimana mereka berdua tidak perduli, asal hati mereka senang mereka selalu bergura dan berguraunya pun tidak pada umumnya. Ketika mereka sedang bergurau saat pembagian wilayah mereka berdua saya tegur "MH...!!!! MI....!! tolong bedakan saat serius dan saat bergurau, jangan pada waktu serius dibuat bergurau dan waktu bergurau di buat serius" lalu temen saya MH pemilik perusahaan tersebut tersinggung dan salah faham dan diapun berkata "Biar sudah, biar saya saja semua yang mendatangi kepala desa di wilayah ini dari pada kamu bertele - tele" setelah itu saya menjawab "Jangan seperti itu, jangan kamu salah faham saya bilang begitu bukan karena saya tidak mau mendatangi para kepala desa yang sudah di tujuk untuk saya tapi saya cuman gak mau pas waktu serius di buat bercanda" dia tetap ngotot dan tetap bilang seperti itu tadi, karena dia sudah salah faham, dan saya pun geram lalu saya menjawab "ya sudah jika saya sudah tidak dibutuhkan lagi ya sudah, jika saya sudah tidak dibutuhkan lagi disini trus saya minta keputusan kamu" lalu dia diam dan menanyakan ya sudah ini wilayah kamu tadi yang sudah di acak. 

Begitulah singkat ceritanya, sebenarnya masih panjang tapi saya capek ngetiknya. Jadi ada poin penting yang harus anda garis bawahi yaitu Bercanda Boleh Tapi Jangan Berlebihan.


Buat para pembaca tolong minta masukannya, yang mau ngasih masukan tulis aja di komentar.

Salam.

Load disqus comments

0 komentar