Sabtu, 04 April 2015

Hati - Hati, Phishing Mulai Bergeser ke Toko Online


Kasus serangan phishing sudah melebar dari perbankan ke sistem pembayaran dan situs belanja online. Sekitar 28,8 persen dari serangan pada tahun 2014 dimaksudkan untuk untuk mendapatkan informasi rahasia pengguna. Juga mencuri uang dari rekening bank pengguna dengan cara membuat situs palsu yang menyerupai situs perusahaan keuangan.

Phishing adalah skema palsu yang digunakan oleh penjahat cyber untuk mendapatkan data rahasia pengguna dengan bantuan situs palsu yang menyerupai situs aslinya. Tidak seperti malware yang dibuat untuk sistem operasi tertentu, serangan phishing mengancam semua perangkat yang bisa mengakses situs tersebut. Phisher dapat bertindak seolah mereka adalah pihak otoritas lain, seperti bank, layanan surat elektronik, jualan online, bahkan layanan pembayaran online.

Menurut studi Kaspersky Lab mengenai “Financial Cyber-Threats in 2014″ bahwa di tahun lalu, 31,7 persen serangan phishing mencatut nama-nama bank ternama, toko online, dan sistem pembayaran online (e-payment). Angka ini naik 2.9 persen dibanding tahun sebelumnya. Selama beberapa tahun berturut-turut, Amazon tetap menjadi brand yang paling sering diserang dalam kategori Belanja Online.

Situs-situs phishing yang bertujuan mengambil detail info keuangan umumnya menggunakan nama-nama toko online, sistem pembayaran online dan sistem perbankan online yang sudah dikenal luas.
Load disqus comments

0 komentar