Selasa, 31 Maret 2015

Saat Sedang Lelah, Kecewa, dan Sedih

Buat saya, perubahan mood mendadak dari kondisi senang menjadi sedih, adalah hal yang biasa. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di hari yang baru. Jadi, hari yang terasa indah di awal, kadang bisa berakhir dengan kekecewaan. Siapa pun pasti pernah mengalaminya, termasuk Anda.

Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik yang pada 8 Maret tahun 2015 kemarin genap berumur 4 tahun (nama web ini saya ambil dari nama putri saya tersebut). Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.

Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa. Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini. Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.

Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?

Temuan tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pelukan dapat menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan psikis. Karena, disadari atau tidak, seseorang yang mendapat pelukan, atau yang memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan cinta inilah yang membuat kekebalan tubuh seseorang meningkat. Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi sehat. Oxytocin baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat dan merasa damai serta tentram.

Sekarang, coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda memeluk pasangan dengan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar pelukan rutin biasa? Bila jawabannya, setiap hari, itu sudah bagus. Beberapa pasangan yang sudah menikah lebih dari 25 tahun, mengakui bahwa mereka sering menyentuh dan memeluk dalam kesehariannya. Dengan kebiasaan tersebut, mereka merasa keterikatan yang kuat dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, tidak pernah hilang.

Jangan remehkan juga sebuah sentuhan. Saat berjalan bersama pasangan di tempat umum, saya masih selalu bergandengan tangan layaknya ABG yang baru mulai berpacaran. Sebisa mungkin kebiasaan itu tidak akan saya hilangkan. Dia pun tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada saya di depan banyak orang, walaupun kami tidak menunjukkannya secara berlebih. Hanya sekadar bergandengan tangan atau rangkulan di bahu atau pinggang.

Sayangnya, beberapa teman mengaku risih melakukan hal tersebut, dengan alasan malu dengan umur. Kenapa harus malu? Untuk bersentuhan, berpelukan, dan menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, tidak ada aturan yang membatasi usia seseorang yang boleh atau tidak boleh melakukannya. Ekspresikan cinta Anda, maka Anda pun akan senantiasa menerima perlakuan penuh cinta dari pasangan hidup Anda.

Atau, kalau memang masih malu memperlihatkan kemesraan di depan umum, lakukanlah saat sedang berdua atau di rumah. Biarkan Anda yang memulainya. Sentuhan ringan di bahunya saat pulang kerja, elusan sayang di kepala ketika Anda lewat di dekatnya, atau hanya senyuman manis penuh rasa sayang. Hidup pun akan terasa semakin indah, bila kebiasaan menyentuh dan memeluk ini mulai dilakukan jug oleh pasangan Anda.

Seorang master Reiki di Mumbai, India, berkata, "Pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan, satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang, salah satu cara agar hubungan itu menghangat adalah dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stres dan depresi."
Load disqus comments

0 komentar