Rabu, 24 Desember 2014

5 Alasan Mengapa Perempuan Memilih Hidup Single



Banyak perempuan yang memilih menjadi lajang meski usianya sudah matang untuk menjalani pernikahan.

Alasannya banyak. Dan mereka umumnya berusaha menikmati masa lajangnya meski banyak omongan atau sindiran dari lingkungan sosialnya soal pilihannya tersebut.

Namun terkadang, perempuan lajang juga karena faktor kondisi kehidupannya yang membuatnya harus tetap sendiri. Mereka umumnya seringkali bertanya mengapa saya tidak punya pasangan? Apa yang salah dengan diri saya?

Namun juga ada yang menjadi lajang karena pilihan dirinya. Dia memilih menjadi lajang saat ini namun bukan berarti suatu saat dia berubah pikiran dan memutuskan untuk menikah seperti perempuan kebanyakan lainnya. Berikut beberapa alasan kenapa perempuan memilih tetap menjadi lajang:

Terlalu sibuk dengan karir

Perempuan yang masih lajang terkadang memilih lebih fokus pada pekerjaan dan karirnya, untuk mengejar ambisinya. Sehingga dia cenderung hanya menunggu seorang pria yang berusaha mendekatinya tanpa berusaha mencari mereka terlebih dahulu.

Bagi mereka, jika pria itu datang maka dia akan menerimanya, dan jika tidak maka dia akan tetap fokus pada karirnya.

Tidak bisa melupakan mantan

Mereka umumnya tidak bisa menerima orang baru karena tidak bisa melupakan mantan kekasihnya yang sangat dicintainya. Atau juga karena merasa trauma dengan hubungan dengan mantannya sehingga takut jika hal buruk kembali terjadi pada hubungan barunya.

Terlalu pemilih

Perempuan cenderung sangat melankolis untuk hal percintaan. Sehingga mereka memilih menunggu seseorang yang dianggap “the one” yang akan menjadi soulmate dalam hidupnya kelak.

Akibatnya, dia menjadi terlalu pemilih karena menetapkan kriteria terlalu tinggi untuk calon pasangannya itu. Dia seringkali menggambarkan dan memimpikan pria calon pasangannya seperti di novel atau film percintaan.

Tidak percaya pernikahan

perempuan jenis ini sangat takut menjalani pernikahan karena dia tahu pahitnya pernikahan berdasarkan pengalaman orang-orang di sekitarnya. Atau dia juga merasa tidak mampu menjalani pernikahan karena buat mereka pernikahan adalah untuk pecundang.

Takut menjadi ibu

Meski dia selalu mencintai anak-anak dan ingin menjadi seorang ibu suatu hari nanti, namun dia takut merasakan sakit saat melahirkan atau tidak mampu menjadi ibu yang baik nantinya.

Karenanya, dia khawatir jika pernikahan membuatnya tidak merasa bahagia seperti saat dia masih lajang.
Load disqus comments

0 komentar