Sabtu, 03 Mei 2014

MULAI 1 MEI 2014, GARUDA TERBANG KE BANYUWANGI

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia resmi menggarap rute Surabaya - Banyuwangi - Denpasar mulai Kamis, 1 Mei 2014. Perusahaan penerbangan pelat merah itu akan menggunakan pesawat ATR 72-600 yang baru saja didatangkan dari pabriknya di Perancis. 

Maskapai yang masuk jajaran perusahaan penerbangan terbaik dunia itu akan terbang reguler tiap hari ke Banyuwangi yang kini mulai dilirik sebagai daerah investasi dan pariwisata. Garuda terbang tiap hari dari Denpasar menuju Banyuwangi, lalu dilanjutkan ke Surabaya. Demikian pula sebaliknya, Garuda berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi, lalu berlanjut ke Denpasar.

DENPASAR – Banyuwangi - SURABAYA
Denpasar - Banyuwangi
Berangkat dari Denpasar pukul 07.00 WITA dan tiba di Banyuwangi pukul 06.45 WIB.
Banyuwangi - Surabaya
Dari Banyuwangi pukul 07.15 WIB dan tiba di Surabaya pukul 07.55 WIB.

SURABAYA – Banyuwangi - DENPASAR
Surabaya - Banyuwangi
Berangkat pukul 08.30 WIB dan tiba di Banyuwangi pukul 09.20 WIB.
Banyuwangi - Denpasar
Berangkat pukul 09.50 WIB dan tiba di Denpasar pukul 11.30 WITA.

"Jadwal itu sesuai 'slot time' penerbangan yang sudah disepakati antara pihak maskapai, bandara dan Kementerian Perhubungan," ujar Suprayogi, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

”Kami berharap masuknya Garuda bisa mendonorkan darah baru bagi pergerakan ekonomi Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Kehadiran Garuda menambah pilihan jadwal terbang ke Banyuwangi setelah sebelumnya sudah ada Wings Air yang menggarap rute Surabaya-Banyuwangi tiap hari sejak 2012. ”Aksesibilitas kini sangat mudah, sehingga investor dan wisatawan bisa lebih banyak masuk ke Banyuwangi," tutur Anas.

Pergerakan investasi di Banyuwangi terus bertumbuh, di mana pada 2013 mencapai Rp 3,2 triliun, naik 175 persen dibanding 2012. Kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat tajam hampir 100 persen dari 5.502 orang pada 2012 menjadi 10.462 orang.

Adapun wisatawan nusantara meningkat dari 860.831 orang menjadi 1.057.952 orang."Saya yakin turis akan semakin banyak datang ke Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Sukamade, Pantai Plengkung, maupun untuk menikmati wisata budaya. Demikian pula investasi bisa meningkat pesat. Muara dari semua itu adalah ekonomi lokal yang bergerak dinamis, kesejahteraan masyarakat naik,” kata Anas.

Anas mengatakan, keputusan cepat Garuda untuk masuk ke Banyuwangi menunjukkan prospektifnya daerah tersebut. "Industri manufaktur kami tumbuh, agribisnis kami kuat, pariwisata sedang berkembang pesat. Semoga kehadiran Garuda bisa mengakselerasikan pergerakan ekonomi di daerah kami," tuturnya.

Direktur Layanan Garuda Indonesia, Faik Fahmi, mengatakan, pihaknya melirik pasar Banyuwangi karena perkembangan daerah yang pesat. Kehadiran Garuda diharapkan bisa ikut berkontribusi bagi peningkatan kunjungan wisatawan dan memudahkan investor untuk masuk Banyuwangi."Garuda telah masuk dalam Sky Team Global Alliance dengan 19 maskapai dunia, sehingga saling terhubung. Penerbangan dari Meksiko, misalnya, sudah bisa pesan langsung tiket ke Banyuwangi karena terhubung dengan Garuda," ujar Faik.

Perkembangan penumpang pesawat di Bandara Blimbingsari Banyuwangi sendiri cukup menjanjikan. Pada 2011, jumlah penumpang di bandara tersebut mencapai 7.000 orang, lalu melonjak menjadi 24.000 orang pada 2012. Pada 2013, meningkat lagi menjadi 44.000 orang. 

"Tahun ini dengan ada dua maskapai, kami targetkan bisa 100.000 penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi," kata Anas. Dia mengatakan, bandara juga telah diperpanjang landasan pacunya menjadi 1.800 meter. Tahun ini, tingkat ketebalan landasan akan ditingkatkan dari 12 PCN (pavement classification number) menjadi 25 PCN dengan dana Rp65 miliar dari APBN, sehingga bisa didarati pesawat dengan badan yang lebih besar.


Tahun ini, Bandara Blimbingsari akan diubah menjadi green airport (bandara berkonsep hijau) pertama di Indonesia dengan terminal baru seluas 3.500 meter persegi. Bandara ini didesain tanpa AC, kecuali di ruangan tertentu. Sirkulasi udara diatur dengan kisi-kisi dan lebih banyak ruang terbuka. Aliran air juga ikut membantu menyejukkan udara. Di sekeliling terminal, bahkan di atas terminal, tanaman hijau membentang.

Jpnn.com, Republika.co.id

Load disqus comments

0 komentar