Minggu, 16 Februari 2014

TRADISI PETHIK LAUT DESA GRAJAKAN BANYUWANGI



TRADISI petik laut yang dilakukan di desa Grajakan Kec. Purwoharjo Kab. Banyuwangi merupakan sebuah TRADISI yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat atau warga desa Grajakan, karena Tardhisi Petik laut ini merupakan warisan dari nenek moyang.

a. Tujuan mengapa mengadakan TRADISI petik laut
Tujuan mengapa mengadakan tardhisi petik laut yang dilakukan oleh warga desa Grajakan mempunyai tujuan yaitu merupakan bentuk rasa syukur kepada Alam dengan maksud supaya hasil laut meripah ruah.

b. Apakah harus ditentukan/tanggal/bulan dan mengapa demikian
Warga desa Grajakan masih merupakan orang jawa yang selalu menggunakan perhitungan dalam segala hal, maka tanggal, bulan masih ditentukan karena merupakan hitungan dari nenek moyang, tanggal petik laut ditentukan perhitungan pertengahan bulan sura hari jum’at legi tanggal 15 dimana merupakan pergantian tahun. Adapun ketentuan-ketentuan yang dilakukan antara lain
1. Sehari sebelum melakukan TRADISI yaitu melakukan ngaji yang dialkuakn pagi sampai sore.
2. Ngendurenan/ berkatan yang dilakukan sehabis magrib setelah pengajian usai.
3. Ider bum yaitu memutari desa Grajakan dengan membawa ambeng dan diletakan diperempatan jalan.
4. Tokoh desa melakukan ider bumi
5. Hiburan seperti wayangan, jangeran dan sebagainya.
6. Setelah pagi datang. Mengadakan ruwatan murwakala(kesialan)
7. Diantara jam 11 siang pesiapan “Larukan Sesajen” yait mengahantarkan sesajan ketengah laut dengan prau-prau kecil.
8. Ditutup dengan hiburan untuk masyarakat.
c. Bagimana tanggapan Masyarakat Sekitar
Tanggapan masyarakat sekitar bersifat positif, dan setuju karena mereka percaya bila tidak melakukan TRADISI tersebut Alam akan marah dan tidak lagi memberikan hasil yang melimpah
Load disqus comments

0 komentar