Sabtu, 08 Februari 2014

OSING APA OSING??



Pertanyaan diatas selalu muncul dalam banyak kesempatan di forum pertemuan orang Banyuwangi. Termasuk di  forum GCUAB….yang dilontarkan sdr Arif Wibowo putra Banyuwangi Asli. Bagaimana mungkin ,sebuah nama yang dilekatkan pada orang Banyuwangi asli (asli Banyuwangi) , masih menimbulkan kebingungan cara menuliskan.
Apa boleh buat karena kata itu adalah julukan yang diberikan orang luar kepada orang Banyuwangi asli ,yang nama sebenarnya adalah wong Blambangan.Maka pantaslah orang Banyuwangi aslipun tidak tahu bagaimana tulisan itu……malah dalam Kamus Bahasa Daerah Using _ Indonesia yang disusun Bpk Hasan Ali. pada halaman 457, selain kata using , dicantumkan juga kata ESING.
Contoh sederhana adalah nama saya Ali Sudarmanto , tetapi kawan di facebook memanggil saya AS. Maka jika seorang kawan Facebooker dari Kalimantan , yang mengenal saya dengan AS, dan mencoba mencari saya (AS ), jangankan di Banyuwangi  dikampung sayapun pasti orang tidak tahu.Sehingga muncullah penjelasan yang macam macam , apakak tulisannya ASS, mungkin A.S, malahan mungkin A.S.S(karena ketika di facebook saya menampilkan istri saya berwajah  Arab ,.
Demikian juga kata  Osing /Using/Esing, karena nama itu aneh untuk orang Blambangan,maka dicarilah padan kata diluar Banyuwangi, hingga dari Bali, ada yang Mataram , mungkin dari bahasa Austronesia.
Sebagai nama julukan dari penjajah ( Belanda) dan anteknya ,maka muncullah konotasi negative untuk wong Osing/using/esing   Maka muncullah theory dari ahli Linguistik , Sejarahwan , Budayawan, bahwa Osing /Using /Esing, adalah sebutan untuk orang yang tertutup, tidak mau menerima kedatangan orang luar, makan manusia,orang pinggiran ,diluar kasta ( sangat hina) , ACLAK, BINGKAH , LADAK.
Apakah anda tahu arti Aclak , Bingkah , Ladak.
Aclak, ternyata tidak ada dikamus bahasa Using .Indonesia bapak Hasan Ali.
Seorang penatar Jebeng Tulik Pemda Banyuwangi, mendiskripsikan sebagai   sok tahu. Penyanyi terkenal di Banyuwangi ( Catur Arum )dalam sebuah lagunya Aclak mendiskripsikan tong kosong berbunyi nyaring.
Ladak , kamus bahasa Using .Indonesia memadankan dengan sombong, angkuh ( 240)
Bingkah, kamus bahasa Using Indonesia memadankan kurang ajar, tidak mempunyai sopan ( 41)
Seorang budayawan /seniman mau memberi pengertian dengan  membuat justifikasi yg lebih baik maksud kata kata itu. Tetapi sayang justifikasi itu cuma dimengerti oleh dia dan kelompoknya.
Apakah seperti itukah kita wong Banyuwangi, darah Blambangan yang gagah berani,dari trah/keturunan yang jelas , yang oleh Susuhunan Tawangalun, raja terbesar Blambangan disebut memiliki character KALOKA ( VISIONER) , PRAWIRA, WIBAWA , BERBAHASA ( santun,atau harus kemampuan bahasa perdagangan, atau memiliki interpersonal).
Jawaban dihati anda…..
Dhafa Dhuafa
--------------------------------------------------------
Sun tau rungu
Gendinge Emak ring pucuki bengi hang sintru
Atinesun dhi kudhang-kudhang ambi sinau
Kanggo sangune turu
Lek…
Ojo sampe kelalen
Ambi riwayate bengen
Werruho siro
Kelendi perjuangane Embah-Buyut ring zaman semono
Ngasah ati
Ngumbyah rogo ambi getih hang temetes mili
Meres keringet
Lan ngelebur banyu moto hang jangget
Kanggo sopo lek……..????
Kadung sing kanggo isun lan siro
Myakne eling lan duwe rumongso
Kadung nyatane….
Hang aran bumi Blambangan iki
Dadi saksi tandurane bakti hang sejati
*Terus Emak meneng…
Isun cengeng
Emak mageh meneng..
Ambi nutupi raine nganggo pucuke jarit hang dhi batik cemeng…………
Load disqus comments

0 komentar