Jumat, 14 Februari 2014

Optimisme, Kekuatan yang Mengubah Kehidupan

Seorang pujangga besar Prancis era abad 18, Voltaire menyebutkan adanya sebuah “kegilaan” sehingga seseorang bersikeras bahwa keadaannya baik-baik saja meski lingkungan sekitarnya terjadi kesedihan atau kesengsaraan. Sang Pujangga menyebut kegilaan tersebut sebagai optimisme. Senada, seorang penulis besar, Oscar Wilde seolah “mempertegas” pandangan tersebut dengan menyebut dasar adanya optimisme adalah kehadiran teror.



Jauh melompat ke era dunia komik di abad 20, kita barangkali juga mengenal kisah Optimus Prime, robot pahlawan dalam epik Transformer, yang film-filmnya laris manis di pasar dunia. Nama Optimus—sesuatu yang “dekat” dan mengingatkan tentang optimisme—bisa jadi juga merupakan gambaran betapa optimisme selalu muncul di tengah kehancuran yang terjadi. Dunia yang nyaris hancur-lebur oleh kekuatan jahat musuh Optimus Prime— Decepticons, robot yang berambisi menguasai dunia—menyisakan kekuatan positif yang akhirnya menyajikan kisah “happy ending”. Sehancur apa pun, Optimus Prime selalu berhasil menjadi pemenang. Jika ditarik dari ungkapan Voltaire dan Oscar Wilde, ada sebuah benang merah. Yakni, di tengah kekacauan yang terjadi, selalu ada secercah harapan. Dan, sinar cerah itu justru muncul di saat banyak kondisi yang seolah tak mungkin terjadi.

Itulah kekuatan optimisme. Bukan sekadar sebuah rasa atau perasaan tentang ungkapan “badai pasti berlalu”. Tapi, optimisme adalah kekuatan yang sebenarnya selalu ada dalam diri tiap manusia. Hanya, kadang oleh lingkungan, kita sudah keburu dicap gagal, dicap tidak bakal bisa, tak mampu, sehingga optimisme segera berubah jadi pesimisme. Padahal sejatinya, manusia pasti tercipta dengan sejuta potensi.

Maka, saat semua berada dalam kondisi yang negatif, berantakan, kacau, setitik optimisme sebenarnya bakal sanggup menjadi oase yang membawa perubahan. Ibarat setitik bara, tinggal bagaimana menjadi optimisme itu terus bergelora sehingga akhirnya benar-benar jadi api semangat untuk bangkit meraih kemenangan. Maka mari selalu tumbuhkan optimisme untuk menguatkan dalam menghadapi setiap ujian dan tantangan kehidupan.
Load disqus comments

0 komentar