Sabtu, 08 Februari 2014

Bali TIDAK BENAR pernah menjajah Blambangan



Tulisan tentang Bali  pernah menjajah Blambangan sering penulis temui baik dari para sejarahwan maupun penulis sejarah lokal. Tulisan tersebut ada yang mendasarkan pada kesenian Banywangi memiliki kemiripan dengan Bali atau yang mendasarkan pada tulisan Babad yang terbit di kerajaan Bali.
Saya telah menulis  tentang ketidak benaran pernyataan kesenian Blambangan dipengaruhi Bali,pada tulisan yang berthema..Benarkah Kesenian Banyuwangi dipengaruhi Bali pada blog ini. Maka saya akan menulis dari aspek kesejarahan tentang ketidak benaran penjajahan Bali di Blambangan . Hal ini dimungkinkan munculnya pendekatan atau methode baru yaitu Logic of History yang dikembangkan oleh C.Behan Mc Cullagh , Associate Professor Bidang Filsafat Sejarah di La Trobe University Australia, yaitu dengan melakukan tinjauan yang lebih komprehensive , dari hanya sekedar bersumber pada cerita Babad .
Yang menarik lagi pernyataan Sejarahwan dan penulis  sejarah tentang penjajahan Blambangan juga simpang siur mulai dari aspek waktunya maupun siapa yang menjajahnya.
•    Ada sejarahwan yang menyatakan  dari tahun 1547  pada masa Waturenggong sampai … ,kemudian berhasil membebaskan diri ,dan mulai lagi pada masa Mengwi
•    Ada sejarahwan yang menyatakan setelah masa Tawangalun yaitu tahun 1697 sampai dengan  1764,
. Ada  juga masa Waturenggong ( Gelgel)  , Buleleng, Mengwi
•   Ada yang menyatakan setelah masa Tawangalun dengan urutan berbeda Buleleng, Gelgel, Mengwi.
•   Ada yang menyatakan Mengwi  dengan waktu yang berbeda beda .Drs I Made Sudjana MA,mencatat pada tahun 1763 sampai dengan 1768.
•    Ada yang tanpa menyebutkan tahun dan kerajaannya.
Sesuai metode Logic of History,.diatas mengharuskan kita membandingkan Bali dan Blambangan.
BALI
  •   Luas pulau Bali hanya 5000 km persegi atau hanya separuh dari Blambangan 10,000 km2 . Apalagi kalo Blambangan dibandingkan dengan Buleleng max 500 km persegi ,begitu juga Gel Gel /Klungkung, Mengwi
  • Kerajaan di Bali pada masa jauh  hanya bertumpu pada suwilih ( upeti dari petani), dan Bali bukan tanah yang subur. Hanya dengan kerja keras dan rasa cinta yang mendalam orang Bali mampu berkehidupan lebih baik.•
  • Tidak ada keahlian maritim di Bali.Sekedar contoh dalam pertempuran Buleleng dan Mengwi menyiagakan armada 40 buah perahu mayang, pancalang , jukung .Pasukan Mengwi bergerak sejak Juni 1766 , tetapi pada Juli 1766, sudah kehabisan Logistik (kelaparan) .Baca Nagari Tawon hal .6
  • Lebih dari itu dalam konsepsi religius Hindu menurut DR.  Agus  Aris Munandar ( dosen Universitas Indonesia )  tentang jagat raya sebagai berikut.
    1.  Ajaran Hindu menyatakan bahwa daratan adalah tempat penting , tempat itu dinamakan Jambhudwipa,sebagai lokasi bermukimnya manusia. Dengan demikian kerajaan kerajaan yang bercorak Hinduismedi Jawa lebih mementingkan In Ward Looking. Dan tidak memperhatikan daerah daerah di luar Jambhudwipa.
    2.    Dalam konsep Makrokosmos Hinduisme menyatakan bahwa ditengah Jambhudwipa terdapat gunung Mahameru sebagai pusat alam semesta Axis Mundi antara tiga dunia ( Bhurloka , Bhuwarloka, dan Swarloka ). Bhurloka adalah bagian kaki gunung , tempat tinggal manusia, ditengah Bhuwarloka , tempat tinggal para orang suci dan para pertapa, sedang Swarloka di puncak Mahameru  terdapat sorga ,istana istana bersemayamnya para dewa ( Sudarsana). Dalam konsep ini daerah tepian pantai , laut dan lautan dianggapa derah nista dan kotor, tempat tinggal roh roh jahat, para raksasa, dan machluk rendah lainnya. Oleh karena  itu perhatian ke laut , pelayaran di laut dan menjelajah lautan bukan aktivitas  yang disenangi oleh pemeluk agama Hindu.
BLAMBANGAN.
• Luasnya 10000km2, negara agrarish dan subur ( Negra Krtagama) , dan memiliki pelabuhan yang sangat ramai Panarukan ( berita Tome de Peres, pelaut , penjelajah Portugis), Ulupampang ( berita dari penjelajah, pedagang Inggris)
BABAD BALI.
Sepanjang yang diketahui  dari Babad ,kerajaan di Bali  dimulai dari kerajaan Gelgel 1450 , dilanjutkan dengan Klungkung mulai tahun , kemudian muncul Mengwi (1629) , Buleleng (1660).
Raja2 dari Bali menurut Babad di Bali yang menguasai Blambangan.
•    Kerajaan Gelgel menjajah Blambangan ketika diperintah Dalem Watu Renggong ( 1460 sd1550),.Pada saat itu Ibu nagari Blambangan berada di Panarukan dan kerajaan Blambangan memiliki hubungan yang luas dengan Portugis .Lebih dari itu Drs I Made Sudjana MA juga menolak bahwa Dalem Waturenggong menguasai Blambangan ( Nagari Tawon Madu 27).Setelah Dalem Watu Renggong Gelgel menurun terus menerus , lalu metamorphosis menjadi Klungkung (Sejarah kerajaan Gelgel).
•    Kerajaan Mengwi menjajah Blambangan  ketika masa I Gusti Agung Ngurah Made Agung 1627 sd 1650.Pada masa ini adalah masa Tawangalun I , pelabuhan Ulu Pampang berkembang dengan cepat , kemudian mengantarkan ke masa jaya Tawangalun II. Setelah I Gusti Agung Ngurah Made Agung , Mengwipun menurun.( Sejarah kerajaan Mengwi), yang memungkinkan Buleleng berdiri pada tahun 1660.
•    Raja Buleleng I Gusti Ngurah Panji Sakti (1660 sd 1697) dalam babad Buleleng diceritakan mengusai Blambangan.( juga Soegianto Sastrodiwiryo : I Gusti Panji Sakti Raja Buleleng 15991680. Kayu Mas Agung 1995).Padahal pada masa ini Blambangan berada pada masa jaya dibawah Tawangalun II.Masa yang berdasarkan hasil penelitian DR. Sri Margana adalah masa jaya kerajaan Blambangan. Setelah masa itu Buleleng itu menurun malah dikuasai Mengwi .
Dari catatan diatas  ada satu kesamaan cerita, yaitu setiap masa keemasan masa raja Gelgel, Mengwi, Buleleng , raja nya pasti diceritakan pernah menguasai kerajaan Blambangan. Jadi cerita menguasai kerajaan Blambangan menjadi simbol kebesaran raja raja Bali. Ini bisa dipahami bila kita kaitkan fungsi Babad dalam kerajaan Bali. Babad dalam kerajaan Bali, adalah sebuah naskah suci, yang menjadi bukti legalitas kerajaan Bali dan utamanya menceritakan tentang leluhur mereka yang berasal dari Majapahit serta memiliki kekuasaan yang amat luas. ( DR.Robin Tatu .)
Disatu sisi juga  menjelaskan bahwa masa jaya  kerajaan Gelgel maupun Mengwi dan Buleleng bersamaan dengan masa jaya di Blambangan . Malah masa jaya Blambangan jauh lebih lama dari kerajaan Gelgel,Mengwi maupun Buleleng yaitu sampai  masa Tawangalun II ( 1691).Sedang  Gelgel malah sudah metamorphosis menjadi Klungkung, kemudian  terbelah menjadi kerajaan kecil Mengwi, Buleleng , Badung dan kemudian terjadi peperangan yang acuut antara kerajaan kecil itu. Dan pada saat yang sama Blambangan malah memasuki masa Kertayuga ( 1736 sd 1762) ..Nagari Tawon Madu (35)
Drs I Made Sudjana MA (Leiden) dengan susah payah mencari bukti , akhirnya menyimpulkan bahwa Mengwi menguasai Blambangan pada 1763 sd 1768…..padahal pada masa itu Mengwi juga sudah sangat lemah karena masa jaya Mengwi terjadi pada tahun1627 sd 1650
Dengan bukti bukti seperti tersebut diatas  cerita penguasaan Blambangan oleh Bali menurut saya sengaja di hembuskan oleh VOC untuk adu domba  antara Bali dengan Blambangan .
Pertanyaan lebih lanjut , mengapa VOC perlu membangun legalitas seperti itu?
Seperti diketahui dalam tulisan sejarahwan yang mengutip sejarahwan Belanda,dicatat  bahwa akhir dari masa pendudukan Bali di Blambangan adalah pembunuhan sadis antara kedua belah pihak yang muncul akibat akumulasi  kebencian antara kedua belah pihak . Jika melihat pernyataan tersebut maka rasanya peristiwa itu menjadi sumber dendam yang akan tidak pernah tuntas sampai saat ini. Lebih dari itu malahan sumber dari Belanda menyebutkan bahwa sebutan sebutan yang mengejek orang Blambangan muncul dari Bali. Sayang usaha itu tidak berhasil hubungan antara wong Bali dan wong Blambangan tetap baik dan saling membangun.
Bukti lebih lanjut membuktikan bahwa cerita itu sengaja dibangun Belanda untuk menutupi adanya pembunuhan besar besaran  orang Blambangan oleh VOC sebanyak 90% orang Blambangan ( History of Java ,Thomas Stanford Raffless). VOC rupanya ingin mengalihkan bahwa menyusutnya penduduk Blambangan secara drastis , sebagai akibat pertikaian antara orang Bali dengan orang Blambangan , dan sebab penyakit yang berjangkit di Blambangan.
Pada saat itu sebenarnya kekuasaan VOC sudah sangat lemah diluar Jawa dan hanya di Jawa , VOC masih sangat kokoh.Hanya Blambangan yang tak tersentuh.Ketika 1743 , Raja Pakubuwana II dari Mataram menyerahkan Java’s Onsthoek ….. (Perebutan hegemoni Blambangan 40) …….Tetapi tak terduga Belanda harus menghadapi perlawanan yang luar biasa………penduduk di kawasan ini berkeras menolak pemerintahan Belanda. Dan terlibat dalam pertarungan yang panjang melawan VoC ,hampir hampir mengorbankan segalanya untuk mempertahankan idealisme mereka. Kemudian Inggris pada akhir abad ke 18 Inggris menambah panas situasi tersebut ketika mulai mengusik kawasan ini dalam rangka mencari komoditas alternative untuk perdagangan di Cina ( DR. Sri Margana. Perebutan Hegemoni Blambangan ,2)
Apalagi setelah pertempuran Blambangan ini, Perang wong Agung Wilis dilanjutkan P .Rempeg Jagapati dan juga pemberontakan lainnya di Nusantara yang semasa dengan itu . VOC dipailitkan /dibubarkan (31 desember1799) , dan lebih dari itu akhirnya Belanda dijajah Napoleon Bonaparte ( 1797 sd 1816), kemudian Belgia memisahkan diri dari Blambangan.
Load disqus comments

0 komentar