Senin, 06 Januari 2014

Sambel Lucu Khas Banyuwangi



BANYUWANGI – Sayur dan sambel lucu. Ya, dari namanya, kuliner khas Using ini mungkin masih terdengar asing. Namun yang pasti, saat mencicipinya dijamin tidak akan membuat penikmatnya tertawa. Sajian kuno asal Banyuwangi ini memiliki cita rasa yang khas seperti namanya.
Lucu sendiri adalah tanaman yang secara fisik mirip dengan tanaman laos. Tumbuh secara berkelompok dan tingginya bisa mencapai 1 meter, berdaun lebar. Nah, bagi masyarakat suku Using, Banyuwangi, khususnya Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, lucu diolah menjadi sayur atau sambal. Biasanya diambil bagian batang atau bunganya.
Segar, itulah kesan pertama saat mencicipi sayur atau sambal lucu. Baunya yang langu dan rasanya mirip dengan sirih dan sedikit ada rasa mentolnya memberikan cita rasa yang khas. Biasanya sayur lucu diolah dengan potongan daging dan tulangan ayam kampung yang diberi kuah dengan bumbu bumbu sederhana.
Sayur ini akan lebih lengkap bila dihidangkan dengan sambal lucu juga.  Sambal berbahan irisan-irisan batang lucu dicampur dengan irisan kacang panjang segar serta gerusan Lombok terasa begitu mantab dilidah penikmatnya. Lauk pendampingnya biasanya dipilih ayam kampung goreng dan ikan asin.
“Selain pedes dan seger, rasanya unik, enak, aneh, susah ngungkapinnya,” ungkap Budi, penikmat sayur lucuyang mengaku pertama kali menyantap hidangan asal Kemiren ini, Selasa 30 April 2013.
Sayur dan sambel lucu sepertinya hanya dijumpai di Desa Kemiren. Dua hidangan khas Using ini umumnya, dijumpai saat acara hajatan seperti pernikahan atau ritual menaikkan killing (baling-baling tradisional sebagai alat pertanian). Lucu juga memiliki khasiat obat. Jamak dilakukan di Desa Kemiren, umbi batang lucu dibakar kemudian dikunyah untuk meredakan sakit batuk.
Load disqus comments

0 komentar