Minggu, 05 Januari 2014

Putri Randita Putri dan Tukang Pencari Kayu Bakar


Hari ini, ada sayembara di Kerajaan Pajarajan. Sayembara tersebut, bertujuan mencari calon suami untuk Putri Randita Putri. Putri Randita Putri adalah anak dari Raja Adinda dan Ratu Sekar. Rakyat di Kerajaan Pajajaran sangat senang dengan Putri Randita, karena ia mempunyai sifat yang sangat dermawan. Sayembara tersebut, di ikuti oleh ribuan pemuda dari seluruh penjuru negeri. Pemuda-pemuda yang datang adalah pangeran dari beberapa kerajaan sebelah. Setelah menunggu, juru bicara kerajaan keluar, Di hadapan ribuan pangeran, ia mulai berbicara… “Terimakasih kepada kalian semua yang telah hadir. Sebagai syarat untuk mendapatkan sang putri, kalian harus membawa sepasang burung vedra,”. Lalu sang juru bicara kembali masuk ke istana.
Serentak, para pemuda berhamburan keluar istana untuk mencari sepasang burung vedra di hutan. Ada yang ingin mencarinya sendiri, ada juga yang menyuruh orang lain yang mencarinya. Salah satu pangeran yang mengikuti sayembara tersebut adalah Pangeran Adit. Dia adalah pangeran dari Kerajaan Semarang. Sudah 3 hari ia mencari burung vedra di hutan, tapi tak kunjung ketemu. Sudah 2 hutan ia telusuri, tetapi hasilnya nihil. Burung vedra memang terkenal langka. Sejak beberapa tahun yang lalu, populasinya semakin menipis. Ia sempat putus asa, akan tetapi ia tetap berusaha untuk mencarinya. Perjuangannya membuahkan hasil, beberapa hari kemudian ia menemukan sepasang burung vedra. Ia amat sangat gembira. Ia sudah tidak sabar untuk memberikan sepasang burung vedra miliknya ke raja dan ratu. Akan tetapi, belum sempat di berikan ke raja dan ratu, kedua burung tersebut terlepas dan terbang entah kemana. Pangeran Adit sudah mencarinya lagi tapi tak ketemu. Akhirnya, ia mengundurkan diri mengikut sayembara tersebut.
Di sisi hutan yang lainnya, ada seorang pemuda yang sedang mencari kayu bakar untuk di jual kembali. Lalu, ia beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Lalu, disaat ia terbangun dari tidurnya, ia kaget karena menemukan sepasang burung vedra di dekatnya. Ia langsung menangkapnya, karena ia juga mendengar kabar tentang sayembara tersebut. Pencari kayu bakar tersebut bernama Abram. Abram langsung mengikat kedua burung tersebut, dan ia memasukkan mereka ke sangkar agar tidak kabur. Setelah perjalannan yang cukup lama, akhirnya Abram sampai di istana. Di depan pintu istana, Abram dicegat oleh penjaga istana.
“Mau apa kamu kesini?” tanya seorang penjaga dengan suara marah. Lalu Abram di usir.
“Maaf pak, saya mau ikut sayembara itu,” jawab Abram.
“Kamu itu-kan bau! Mana mungkin Putri Randita menyukai mu?” bentak seorang penjaga lainnya.
Kejadian tersebut didengar oleh Putri Randita. Lalu ia menghampir Abram dan mengajaknya masuk. Lalu ia menghadap Raja Adinda dan Ratu Sekar.
“Mau apa kamu datang ke sini?” tanya raja.
“Saya ingin mengikuti sayembara itu baginda” jawab Abram.
“Baik… kamu boleh ikut, tapi kamu harus membawa persyaratannya” jawab raja lagi.
Lalu ia mengeluarkan burung vedra yang sudah ia tangkap. Raja kaget dan langsung berdiri.
“Apa? Kamu membawanya?” tanya raja dengan sedikit berteriak
“Iya, baginda” jawab Abram
“Tidak! Aku tidak mau mempunyai menantu seperti kau! Sudah bau, dekil lagi” Teriak raja
Lalu sang putri menengahi mereka…
“Tidak, ayah. Dia sudah memenuhi syarat sayembara itu… berarti ia sudah memenuhi syarat untuk menikahiku,” kata Putri Randita
Lalu suasana jadi hening…
“Baiklah putriku, kalau itu yang kau mau” kata raja dengan lembut
Beberapa hari kemudian, mereka menikah dan hidup bahagia selama-lamanya.
Load disqus comments

0 komentar