Senin, 06 Januari 2014

Mengenal Tradisi Adat ‘’ NYUKIT LEMAH ‘’ Di Desa Kaotan Kec. Rogojampi


Masyarakat Using didesa Kaotan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur memiliki tradisi adat yang bermacam-macam. Salah satu adat yang masih lestari tersebut adalah tradisi NYUKIT LEMAH, Tradisi turun temurun tersebut dilakukan ketika pada saat Bayi baru saja lahir.

NYUKIT LEMAH itu biasanya berfungsi untuk meramaikan kelahiran bayi yang akan menjadi anggota baru dalam sebuah keluarga. Nyukit lemah itu dilakukan setelah pemotongan pusar. Tidak hanya itu NYUKIT LEMAH juga melihat keadaan ibu si jabang Bayi (sehat atau belum). Biasanya tradisi ini dilaksanakan ketika bayi berumur 10 sampai 15 hari.

NYUKIT LEMAH dilakukan setelah solat subuh sebelum matahari terbit. Karena menurut sesepuh tradisi ini melambangkan ketika matahari muncul itu sebagai simbul bahwa Ibu Bayi dan Bayi tersebut siap untuk menghadapi kehidupan yang baru.  Maka dari itu segala sifat buruk dan nasib-nasib jelek dihilangkan dengan berbarengan munculnya sinar matahari. Adat nyukit lemah ini juga memiliki maksud agar supaya si jabang bayi nantinya memilki kebiasaan bangun subuh untuk menunaikan kewajiban solat subuh.

Nyukit lemah memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi, SELAMETAN SUWUNG yaitu para tetangga diundang untuk menyaksikan, Alat untuk memanen padi, WANCI (Tempat untuk Nginang), Sewur yang terbuat dari batok kelapa, Kukusan (Tempat untuk menanak nasi yang terbuat dari anyaman bamboo), dan LAWE (Benang panjang). semua perlengkapan sesaji tersebut ditaruh di sebuah wadah dan disuguhkan dihadapan para tamu.

SELAMETAN SUWUNG ini biasanya dipimpin langsung oleh sesepuh desa dengan diawali membaca doa-doa selanjutnya sesaji yang sudah disediakan tadi dibuka satu persatu. Dan dipersilahkan para tetangga untuk menyaksikan satu persatu sesaji yang sudah dihidangkan apakah masih ada yang kurang atau tidak.

Menurut sesepuh desa satu persatu alat sesaji tersebut memiliki maksud yang berbeda, Misalkan LAWE yang maksudnya tradisi ini bisa SUNAH dan Bisa WAJIB, karena ini hanya bisa dikatakan antara adat dan tradisi. SEWUR mempunyai arti Myakne Ojo Ngawur ( Agar Tidak Membabi Buta) maksudnya nantinya Jabang Bayi agar tidak memiliki perilaku yang tercela tanpa tahu aturan agama dan Negara dalam menjalani kehidupan di dunia.

KUKUSAN menggambarkan kehidupan secara umum, NYIRU yang berbentuk bulat agar supaya BAYI ini nantinya memiliki pendirian yang kuat dan tidak ada halangan apapun dalam menjalani kehidupannya.

Setelah semua yakin jika satu persatu sesaji sudah lengkap, maka NYIRU tadi dikasih tiga lapis dan masing-masing diisi sego tumpeng, jajan pasar dengan jenang merah. Acara selanjutnya yaitu NYUKIT LEMAH . yang dipimpin oleh seorang wanita yang jadi dukun bayi, dukun bayi tersebut mengambil sejumput tanah dari pekarangan kanan dan kiri rumah sambil berdoa buat Ibu dan Anaknya. Si dukun juga menyiapkan sesaji ditempat tidurnya Bayi yang bertujuan untuk mengusir setan dan marabahaya. Sesaji tersebut berupa AIR BUNGA, AYAM SATU, NASI TUMPENG KECIL dan Ikan serta perlengkapan nginang . Setelah itu si ibu bayi tersebut biasanya mohon maaf kepada orang Tuanya atas kesalahan yang sudah dilakukannya selama ini.
Load disqus comments

0 komentar