Sabtu, 14 Desember 2013

Pesona Sunset di Segara Anakan



Tiga perahu “Gondang-Gandung” terlihat beriringan menuju barat daya, menyusuri hutan bakau, sementara para wisatawan terlihat menikmati pemandangan berupa satwa penghuni mangrove.

Kami pun tidak ketinggalan mengabadikan momen ini, sambil berharap ada kejutan baru yang bakal mengisi kamera digital.

Yup...saat menyusuri Alas Purwo dari pantai Ngagelan (Marengan) kesebelah utara, para wisatawan bisa menikmati Rowo Bedul ( penduduk sekitar lebih suka menyebutnya Segara Anakan) lokasi hutan mangrove ini terletak di kecamatan Purwoharjo. Jika ditempuh dari pantai Ngagelan, wisatawan harus berjalan sekitar 1 km, menyusuri hutan jati dengan rimbun. Ada tiga rute yang bisa ditempuh, yakni dari Banyuwangi - Srono - Muncar-Tegaldlimo-Sumberasri-Bedul, kemudian dari Banyuwangi-srono-benculuk-purwoharjo-sumberasri-bedul serta dari Jember-benculuk-Purwoharjo-sumberasri-Bedul

Sekedar infomasi, luas hutan mangrove sekitar 2.300 hektar, hutan ini berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan di Kawasan Perhutani.  Di rawa bedul, masih di sektor Ngagelan, terdapat dermaga perahu yang akan membawa wisatawan keliling rawa bedul. Jika kesulitan mendapatkan informasi, kita bisa memesan ke pemandu wisata yang ada di pantai Ngagelan.

Sensasi menaiki perahu di Segara Anakan akan terasa menyenangkan jika dilakukan sore hari. Sebab suasana menjelang malam di Rawa Bedul, terlihat memukau, karena Matahari tenggelam di sela-sela hutan mangrove. Banyak satwa di hutan bakau yang bisa dinikmati, mulai dari kera, biawak, burung elang, burung dara laut, belibis, bangau, ikan terbang, kodok rawa (mudskeper), king fisher, kecuk, kirik-kirik hingga burung migran dari benua Australia.

Sambil menunggu matahari yang bersiap ke peraduan. Sepanjang perjalanan, wisatawan juga dapat menikmati hidangan yang disiapkan dalam satu paket wisata ini. Nasi putih dibungkus daun pisang dengan lauk ikan laut, serta lalapan sambal siap menemani wisatawan menikmati 27 jenis mangrove di sepanjang kanan dan kiri segara anakan.

Perahu ”Gondang-Gandung” yang beroperasi di Rawa Bedul dapat menampung sekitar 10 wisatawan. Dengan motor penggerak berbahan bakar diesel, moda transportasi penduduk setempat ini akan membawa wisatawan menuju dermaga Pandang yang terletak di desa bedul, kecamatan Purwoharjo.Setelah sampai di dermaga bedul, maka wisatawan bisa menginap, pengelola wisata bedul menyediakan Home Stay di rumah penduduk sekitar hutan mangrove yang telah ditunjuk.

Tips Berwisata di Rawa Bedul:

1. Jangan membuang sampah di Rawa.

2. Sebaiknya membawa lotion anti nyamuk, sebab di hutan sektor Marengan, banyak nyamuk

3. Jika hendak bermalam, tidak ada salahnya membawa perlengkapan mancing. Sebab sensasi memancing di Rawa Bedul cukup menyenangkan.

4. Bawalah senter karena tidak ada penerangan. Cahaya yang tersedia hanya pantulan sinar rembulan.

Selamat berwisata di Rawa Bedul
Load disqus comments

0 komentar