Jumat, 16 Maret 2012

Pantai Wisata Blimbing Sari



Langit berwarna biru cerah. Hampir senada dengan warna laut Blimbingsar. Bila berdiri di pantainya kemudian menatap ke arah timur, akan nampak garis cakrawala membujur hampir mempertemukan langit dan bumi. Dari pantai itu pula, Pulau Bali yang terletak di seberang serasa dekat.
Panorama alam di pantai Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi itu, bisa menjadi salah satu pilihan bagi anda yang menggemari pelesiran wisata laut. Bila ingin melihat matahari terbit dengan cahaya kuning telurnya, datang saja ke pantai ini. Bukan hanya matahari terbit, Anda pun bisa menikmati kesibukan puluhan nelayan pulang berlayar. Mereka menurunkan berkilo-kilo ikan hasil tangkapan dari perahu. Sebagian ikan itu dijual pada penadah yang juga ikut memadati pantai. Bila siang sudah menjelang, perahu-perahu nelayan disandarkan di bibir pantai sebelah selatan.

Pantai Blimbingsari, adalah salah satu wisata laut di Banyuwangi yang pengunjungnya tidak pernah sepi. Ratusan pengunjung bisa disaksikan saat sore tiba. Selain menjadi wisata favorit para keluarga, anak-anak muda juga memanfaatkan pantai ini untuk berolahraga, sepakbola dan bola volly. Kalau cuma ingin santai, pengunjung cukup duduk di kendaraan masing-masing menikmati panorama dan merasakan semilir angin. Anda pun bisa mengajak serta anak-anak dan kerabat lainnya.
Bila cuaca sedang bagus, bolehlah anak-anak mandi. Setiap harinya ada belasan anak-anak yang mandi disana. Biasanya mereka bermain dengan ombak, lalu berguling-guling di pasir. Keunggulan lain yang dimiliki pantai ini adalah berdirinya warung lesehan dengan khas masakan ikan bakar. Anda boleh memilih salah satu warung dari sepuluh warung yang berjejer di pinggir pantai.
Cara penyajian di warung ini cukup unik. Pembeli memilih sendiri ikan mentah yang ada dalam gabus penyimpanan. Ada kerapu, kakap, jenis udang-udangan, cumi, putihan, barongan, rajungan dan kepiting. Setiap harinya, ikan-ikan itu didapat dari nelayan setempat sehingga terlihat selalu segar. Tapi ikan hanya boleh dibeli dalam bentuk kiloan. Harganya berkisar antara Rp 25 ribu-Rp 60 ribu per kilonya.
Selesai memilih ikan, anda bisa memesan bumbu untuk ikan. Umumnya warung lesehan menyediakan pilihan bumbu, seperti pindang koyong, pepesan, rica-rica, dan bumbu merah. Mau pedas atau tidak sesuaikan dengan selera. Setelah itu, tunggu saja di meja barang sejenak. Sekitar 30 menit, pelayan akan datang menghadirkan ikan pesanan anda, lengkap dengan nasi hangat, sayur lalapan, tempat cuci tangan, dan tentunya piring. Makan ikan bakar dengan tangan, sambil menikmati pemandangan laut, pasti akan membuat selera makan anda menjadi lebih lahap.
Pantai Blimbisari ramai dikunjungi salah satunya berkat berdirinya warung lesehan sejak 1998 lalu. Dulunya, warung-warung itu adalah rumah yang pemiliknya bekerja sebagai nelayan. Ide mendirikan warung katanya, hanya karena coba-coba. Saat itu, sebagian ikan dari tangkapannya dibakar lalu dijual ke tetangga. Lambat laun, masakan Buang bertambah laris.

Mudah saja untuk mencapai wisata Pantai Blimbingsari. Letaknya sekitar 17 KM arah selatan dari pusat kota Banyuwangi. Bila tidak punya kendaraan sendiri, anda bisa naik dokar (andong) yang biasa mangkal di pasar Rogojampi. Lumayan, sepanjang perjalanan menuju pantai, mata anda bisa menikmati hamparan sawah yang tak kalah menariknya.
Load disqus comments

0 komentar