Sabtu, 14 Desember 2013

Nasi Tempong Ala Banyuwangi



Nasi Tempong merupakan salah satu makanan khas dari kota Banyuwangi selain pecel rawon dan juga rujak soto. Kalau kedua menu tersebut hanya bisa dijumpai di kota Banyuwangi, namun tidak dengan nasi tempong. Karena nasi ini juga bisa kita jumpai di beberapa kota lainnya, seperti Jakarta, Bali dan kota lainnya.

Sedangkan untuk penjual nasi tempong yang ada di kota Banyuwangi sendiri bisa kita jumpai di beberapa tempat, tentu dengan cita rasa yang berbeda di setiap tempatnya.

Pada kesempatan kali ini, Saya bersama tim wisatakuliner.com mencoba untuk menikmati nasi Tempong di Warung Mbak Nah.

Menurut informasi yang kami terima, Nasi Tempong Mbak Nah ini cukup terkenal di Banyuwangi hingga ke kota sekitarnya. Dengan menempati sebuah bangunan sederhana di Jalan Kolonel Sugiono No. 16, nasi tempong mbak nah ini buka dari jam 2 siang sampai tengah malam sekitar jam 12-an.

Ketika kami tiba dilokasi jam menandakan jam makan malam telah lewat, namun di Warung Nasi Tempong Mbak Nah ini masih dipenuhi oleh para pembeli.

Mulai dari yang masih anak-anak hingga orang dewasa terlihat sedang mengantri disana, ada yang makan di tempat ada juga yang take-away. Cukup lama kami menunggu giliran, karena Saya tidak menemukan celah untuk berbincang dengan pemiliknya meski cuma sebentar, akhirnya Saya pergi lewat pintu samping.

Alhasil, Saya pun disambut dengan ramah oleh para pegawai yang sedang sibuk memasak di belakang, sedangkan  Mbak Nah yang bernama lengkap Mbak Rahna ini sedang sibuk membuat sambal. “Setiap hari memang seperti ini pemandangannya, semua selalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing” kata Mbak Nah.

Melihat kedatangan Saya, mbak Nah pun juga menyapa dengan sangat ramah meski sambil terus membuat sambal. Akhirnya Saya dapat berbincang dengan mbak Nah meski tidak terlalu lama, ternyata Beliau ini sudah berjualan nasi tempong sejak harganya masih 200rupiah hingga sekarang menjadi 4ribu rupiah. Dinamakan nasi tempong karena setelah memakan makanan ini, kita akan merasa kepedasan seperti orang yang habis ditempong.

Biasanya dalam seporsi nasi tempong terdiri dari nasi putih yang disandingkan dengan sayur bayam rebus, terung rebus, tahu, tempe, ikan asin, perkedel jagung, mentimun dan beberapa helai daun kemangi kemudian ditambahkan sambal tempong yang menjadi ciri khasnya.

Sedangkan untuk lauk tambahannya ada telur dadar, hati, pepes, ayam dan beberapa jenis ikan laut. Untuk kali ini Saya memilih telur dadar sebagai lauk tambahannya, telur dadarnya digoreng dengan menggunakan minyak yang sudah panas dan dalam jumlah yang banyak, sehingga telurnya berukuran menjadi lebih besar dari biasanya. Sedangkan rekan yang lain lebih memilih ayam goreng sebagai lauk tambahannya.

Apa pun lauk tambahan yang kita pilih menurut Saya tidak terlalu banyak pengaruh, karena meski tanpa lauk tambahan pun rasanya sudah nikmat.

Karena kenikmatan nasi tempong ini terletak pada sambalnya yang super pedas namun menyegarkan, membuat kita tidak ingin berhenti untuk menyantapnya sebelum semuanya habis.

Sebenarnya sambal hanya berupa sambal tomat dengan tambahan terasi dan perasan jeruk limun, namun rasanya berbeda dari sambal-sambal yang selama ini sering kita jumpai.

Karena ramainya para pelanggan nasi tempong Mbak Nah ini, sekitar 50 kg beras selalu bisa habis setiap hari. Selain rasanya yang nikmat, harganya juga sangat terjangkau dengan porsi yang cukup banyak.

Kalau tanpa ada tambahan lauk hanya dibandrol 4ribu rupiah, sedangkan untuk yang tambah lauk tergantung lauknya, mulai dari 2ribu hingga 6ribu untuk setiap jenis lauknya.
Load disqus comments

1 komentar: