Sabtu, 14 Desember 2013

Lapter Blimbingsari Pintu Masuk Wisatawan



Keberadaan lapter atau lapangan terbang Blimbing Sari yang ada di Banyuwangi dapat menjadi pilihan baru yang dapat dipilih bagi wisatawan yang datang dari Bali ke Banyuwangi atau wisatawan dengan paket Bali Plus.

Menurut Kabid pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Sunarmadji, adanya lapter ini  adalah hasil kerjasama antara pemerintah Propinsi Jawa Timur dengan Propinsi Bali untuk menarik wisatawan Bali agar datang ke Jatim atau Banyuwangi.

Selama ini, lanjut Narmadji, wisatawan yang datang ke Banyuwnagi dari Bali harus melalui jalur yang berbelit-belit (oper). Dengan adanya lapter ini, diharapkan akan dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin ke Banyuwangi dengan cara cepat. “Selama ini kan jalurnya terlalu panjang, masih harus oper-oper, dengan adanya lapter ini, kini bisa langsung dari Bali menuju Banyuwangi”, ujarnya

Ia tidak berharap banyak dengan adanya lapter baru ini. Pasalnya, kapasitas pesawat hanya berkapasitas 7 orang saja. “Ini baru alternative dari berbagai pilihan yang ditawarkan”, ujarnya

Meski begitu, sambutan dari stake holder di Bali menurutnya sangat antusias dengan adanya lapter baru ini. Namun ia tidak menampik adanya kekurangan yang dimiliki obyek wisata Jatim atau Banyuwangi. Salah satunya fasilitas jalan atau infrastruktur yang kurang mendapat perhatian.

“Ya, kita memang masih memiliki kekurangan dari segi infrastruktur, jalan-jalan yang masih rusak dan membutuhkan perbaikan. Tapi itu akan segera kita perbaiki”, lanjut Narmadji.

Menurutnya banyak obyek wisata yang ditawarkan di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen, Ijen Resort, perkebunan, alas purwo, Pantai Plengkung, dll.
Namun ke depan, setelah pembenahan infrastruktur-infrasturktur, Disbudpar Jatim bakal menambah pengoperasian pesawat Foker yang dapat mengangkut penumpang berkapasitas 50-60an orang.

“Saat ini memang masih terbatas kapasitas penumpangnya, hanya 7 orang (pesawat kecil). Namun setelah semuanya tertata akan kita jadwalkan penerbagan dua kali sehari dengan pesawat Foker”. Akunya. luk
Load disqus comments

1 komentar: